Some Words From Jostein Gaarder

Sunday, December 7, 2014

_______________________________________________________________________________

"Salah satu dasar segala permasalahan etika adalah aturan emas atau prinsip resiprositas. Perlakukan orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan. Namun, aturan emas ini tidak bisa lagi hanya menyangkut dimensi horizontal -- yaitu 'kita' dan 'orang lain'. Kini, telah disadari bahwa prinsip resiprositas juga mempunyai dimensi vertikal: Perlakukanlah generasi selanjutnya sebagaimana engkau telah diperlakukan oleh generasi sebelummu.

... Umat manusia di Bumi ini tidak hidup secara bersamaan. Keseluruhan umat manusia tidak hidup hanya dalam satu kurun waktu. Telah hidup umat manusia sebelum kita, lalu yang hidup saat ini, dan generasi selanjutnya yang akan hidup setelah kita. Dan mereka yang hidup sesudah kita haruslah diperlakukan sebagai satu-kesatuan. Kita harus memperlakukan mereka seperti perlakuan yang kita harapkan dari mereka jika saja mereka hidup di planet ini sebelum kita.

Sesederhana itu aturan mainnya. Jadi, kita tidak boleh mewariskan bumi yang lebih buruk daripada yang kita tinggali..."

_______________________________________________________________________________



"... Sejak spesies kita muncul di Afrika, kita telah melakukan pertempuran sengit untuk mempertahankan agar ranting-ranting kita tidak terpotong dari pohon evolusi. Dan pertempuran itu telah dimenangkan, kita masih di sini hari ini. Tapi, manusia sebagai spesies telah sedemikian berhasil hingga kita mengancam sumber penghidupan kita sendiri. Kita telah begitu berhasil sampai-sampai kita mengancam sumber penghidupan seluruh spesies lain.

Sebagai primata yang suka bermain-main, inventif, dan berlebihan, kita mudah sekali lupa bahwa pada dasarnya kita adalah bagian dari alam. Namun, apakah kita begitu sukanya bermain-main dan menghamburkan sesuatu hingga permainan itu lebih didahulukan ketimbang tanggung jawab kita atas masa depan planet ini?"

_______________________________________________________________________________

Note: These are excerpts from Jostein Gaarder's (the author of Sophie's World. You can read my review here) Anna: en fabel om klodens klima og miljo (a fable about the earth's climate and environment), published in Indonesia as Dunia Anna. I found this book in the local bookstore whilst in my desperation on finding some nice books to read after final test. Don't you find it intriguing about the title? Why should it be called as a fable while we humans are the main characters? Somehow satirical and ironic. A good read for re-humanizing after some few months of working like a robot.

No Comments

Post a Comment

Shout it out loud!

Follow by Email